6 Penemuan KontraS dkk masalah Kanjuruhan, Ada masalah Gas Air Mata di Luar Stadion

6 Penemuan KontraS dkk masalah Kanjuruhan, Ada masalah Gas Air Mata di Luar Stadion

Koalisi Warga Sipil merilis hasil interograsi tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang tewaskan beberapa ratus korban jiwa. Hasil dari penemuan itu, Koalisi Warga Sipil ungkap shooting gas air mata dari aparatur kepolisian terjadi tidak cuma dalam, tetapi juga di luar stadion dan mengakibatkan beberapa supporter alami masalah pernafasan.
“Jika perlu dicatat, kejadian kekerasan penembakan gas air mata bukan hanya terjadi dalam stadion, tetapi juga terjadi di luar stadion, jadi rekan-rekan dapat pikirkan dengan shooting gas air mata yang sudah dilakukan secara masif itu berpengaruh pada dampak masalah pernafasan hingga bukan saja yang berada di dalam, tetapi juga di luar yang terimbas pada masalah pernafasan seorang di luar stadion yang selanjutnya dijumpai terjadi ada korban jiwa,” kata Kepala Seksi Hukum KontraS Andi Muhammad Rezaldi saat temu jurnalis di saluran YouTube Yayasan LBH Indonesia.

Andi menjelaskan ada 12 penemuan awalnya terkait dengan tragedi Kanjuruhan. Namun, Andi cuma mengatakan enam penemuan. Pertama, ia menyebutkan faksinya mendapati ada mobilisasi aparatur yang bawa gas air mata pada tengah set ke-2 dalam pertandingan Arema versus Persebaya.

“Minimal ada sekitaran 12 penemuan awalan yang kami dapatkan terkait dengan kejadian kekerasan yang dirasakan oleh beberapa supporter demikian, dari beragam 13 penemuan awalnya itu, minimal ada banyak hal yang ingin saya terangkan. Pertama, kami mendapati jika, mobilisasi aparatur keamanan atau pengerahan terkait dengan aparatur keamanan yang bawa gas air mata itu dilaksanakan pada tahapan tengah set ke-2 , walau sebenarnya dalam kerangka atau keadaan waktu itu tidak ada teror, atau kekuatan masalah keamanan, jadi ini kami menyaksikan ada satu hal yang ganjil itu yang pertama,” kata Andi.

Seterusnya, Andi menjelaskan beberapa supporter yang ke lapangan Stadion Kanjuruhan itu sebenarnya cuma hanya memberi support ke beberapa pemain Arema. Tetapi, kata Andi, beberapa supporter yang ke lapangan itu ditanggapi terlalu berlebih oleh aparatur hingga muncul perlakuan kekerasan.

“Jika supporter yang ke lapangan sebenarnya mereka lakukan dorongan motivasi dan memberi moril ke beberapa pemain demikian, tetapi beberapa pemirsa yang masuk ke lapangan itu ditanggapi terlalu berlebih oleh aparatur keamanan dan lakukan beberapa tindak kekerasan. Nach akibatnya karena kejadian tindak kekerasan ini, berpengaruh atau menyebabkan beberapa supporter lain turut turun ke lapangan,” ucapnya.

“Nach turunnya beberapa supporter ini ke lapangan tidak untuk lakukan satu perlakuan gempuran, tetapi untuk membantu teman-teman supporter lainnya yang lakukan tindak kekerasan pada supporter yang ada di lapangan,” tambahnya.

Berikut 6 penemuan yang diuraikan Warga Koalisi Sipil:

1. Kami mendapati jika mobilisasi aparatur keamanan atau pengerahan terkait dengan aparatur keamanan yang bawa gas air mata itu dilaksanakan pada tahapan tengah set ke-2 , walau sebenarnya dalam kerangka atau keadaan waktu itu tidak ada teror, atau kekuatan masalah keamanan, jadi ini kami menyaksikan ada satu hal yang ganjil

2. Jika supporter yang ke lapangan sebenarnya mereka lakukan dorongan motivasi, dan memberi moril ke beberapa pemain demikian, tetapi beberapa pemirsa yang masuk ke lapangan itu ditanggapi terlalu berlebih oleh aparatur keamanan dan lakukan beberapa tindak kekerasan. Akibatnya karena kejadian tindak kekerasan ini, berpengaruh atau menyebabkan beberapa supporter lain turut turun ke lapangan. Turunnya beberapa supporter ini ke lapangan tidak untuk lakukan satu perlakuan gempuran, tetapi untuk membantu teman-teman supporter lainnya yang lakukan tindak kekerasan pada supporter yang ada di lapangan

3. Jika dalam kerangka Perkap Nomor satu tahun 2009 dalam soal pemakaian kemampuan itu jangan aparatur kepolisian masuk langsung memakai usaha penembakan gas air mata. Dalam perkap, pemakaian kemampuan harus ada beberapa tahap awalnya lebih dulu yang perlu dilewati, dalam kerangka kasus ini, beberapa tahapan itu tidak dilewati oleh aparatur kepolisian . Maka dalam kerangka kasus ini, kepolisian langsung menembakan gas air mata, apa beberapa tahapan yang perlu dilewati, pertama misalkan lakukan pemakaian kemampuan yang mempunyai imbas penangkalan, tahapan yang ke-2 ada pula perintah lisan atau suara peringatan demikian, tapi hal tersebut tidak dilaksanakan, jadi beberapa tahapan yang semestinya dilewati itu tidak dilaksanakan oleh aparatur kepolisian dan langsung menembakan gas air mata

4. Jika yang perlu ditegaskan dalam kejadian ini, kejadian tindak kekerasan bukan hanya ikutsertakan anggota kepolisian tetapi juga prajurit TNI, jadi itu yang kami dapatkan

5. Jika terkait dengan penembakan gas air mata ini bukan hanya diperlihatkan di tempat lapangan, tetapi juga diperlihatkan ke beragam segi tribune, hal tersebut selanjutnya yang menyebabkan kecemasan hebat yang dirasakan beberapa supporter selanjutnya berdesakan untuk keluar stadion. Rekan-rekan harus ketahui jika dampak dari gas air mata itu berpengaruh secara jelek dan fatal pada kesehatan manusia, bukan hanya berpengaruh pada jarak penglihatan, tetapi juga berpengaruh pada masalah pernafasan seorang

6. Jika saat kejadian penembakan gas air mata itu terjadi dan terjadi berdesakan beberapa supporter keluar stadion, kami menyaksikan memang mendapati terkuncinya pintu yang menyebabkan beberapa supporter tidak bisa keluar. Nach dapat pikirkan saat keadaan ruang yang paling terbatas itu, lantas ada dampak akibatnya karena pemakaian gas air mata, hal tersebut menyebabkan imbas yang buruk sekali pada pernafasan seorang yang dapat berpengaruh pada kematian. Hal inilah selanjutnya yang kami terangkan pada awal barusan, jika kami menyangka munculnya korban jiwa ini akibatnya karena dampak gas air mata yang sudah dilakukan oleh aparatur kepolisian. Saat mereka terjerat dalam stadion, kami menyaksikan tidak ada kelihatan bantuan yang sudah dilakukan secara selekasnya baik oleh faksi aparatur kepolisian atau faksi panitia eksekutor, hingga kami sering mendapati korban, anaknya wafat akibatnya karena dampak gas air mata dan tidak memperoleh bantuan secara selekasnya

 

About admin

Check Also

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan! Menteri Koordinator Sektor Politik, …