Aremania Mengadu ke DPR, Korban Kanjuruhan Tidak Bisa Support dari Pemerintahan

Aremania Mengadu ke DPR, Korban Kanjuruhan Tidak Bisa Support dari Pemerintahan

Perwakilan supporter club sepak bola Arema, Aremania, tiba ke Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, untuk rapat bersama Komisi X DPR, pada Selasa.

Aremania mengadu ke DPR karena keluarga atau korban dari Bencana Kanjuruhan yang tewaskan beberapa ratus orang tidak memperoleh support benar-benar dari pemerintahan.

Awalannya, salah satunya perwakilan Aremania, Salahudin Manggalani, mengucapkan terima kasih ke DPR karena ikut bersedih atas peristiwa di Stadion Kanjuruhan.

Salahudin menerangkan, semenjak peristiwa berdarah itu terjadi, kebersamaan antara supporter sepak bola terpajang riil. Namun, Salahudin sayangkan, pemerintahan yang malah kurang memerhatikan keluarga dan korban Bencana Kanjuruhan. “Ini minta maaf ini, revisi untuk pemerintahan dan Bapak, Ibu Anggota Dewan.

Perhatian dari pemerintahan ini masih kurang ya dibanding dengan rekan-rekan kami sama-sama supporter,” tutur Salahudin di ruang pertemuan Komisi X DPR.

“Bahkan juga rekan-rekan Bonek yang disebut pesaing khusus kami juga perhatian. Tiba dalam tiap aktivitas peringatan ini. Turut menginvestigasi habis, menjaga rekan-rekan supporter lainnya,” tambahnya.

Salahudin menjelaskan, prosentase pemerintahan dalam memperantai rasa keadilan untuk korban dan keluarga Bencana Kanjuruhan belum capai 10 %. Menurut dia, sampai sekarang ini, masih tetap ada beberapa puluh korban yang jalani penyembuhan dengan rawat jalan.

“Dan ini harus kami ucapkan tidak ada support sama sekalipun. Yang memberikan dukungan malah fans K-Pop, fans Korea yang memberikan dukungan langsung selainnya rekan-rekan kami supporter ini,” papar Salahudin. “Dari pemerintahan mana? Tidak ada.

Walau sebenarnya Menko-nya orang Malang, Mensos-nya orang Jawa Timur,” katanya. Adapun Menteri Koordinator Sektor Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma datang dari Jawa Timur (Jawa timur).

Selanjutnya, Salahudin mengeluh pengusutan yang sudah dilakukan aparatur pada sangkaan gertakan yang dirasakan Aremania selesai peristiwa. “Minta Bapak, Ibu Anggota Dewan jalankan peranan pemantauan lebih memerhatikan lacak habis ini. Terima kasih atas perhatiannya,” sebut Salahudin.

Aremania yang lain, Andreas, ikut sampaikan keluh kesahnya berkenaan tidak ada support pemda pada ketertarikan Aremania dalam memberikan dukungan Arema di Malang. Misalnya ialah Stadion Kanjuruhan. Semenjak awalnya tahun 2000-an, tidak sempat ada perubahan yang memiliki arti pada Stadion Kanjuruhan.

Walau sebenarnya, ketertarikan Aremania tinggi sekali. “Saya terang-terangan. Dengan beberapa kota seperti Bekasi atau Samarinda yang stadionnya cakep-cakep, sementara di Malang itu semangatmenya demikian tinggi, tidak ada perhatian dari pemerintahan untuk sekedar meluaskan atau memperlayak stadion,” kata Andreas.

Andreas ikut memberi komentar pengakuan berkenaan pintu di Stadion Kanjuruhan yang terlampau terjal, bahkan juga seperti penjara. Ia mengutamakan, walaupun pintu di Stadion Kanjuruhan terjal, tetapi tidak sempat ada korban jiwa sejauh ini. “Tetapi realitanya, korban itu baru ada sesudah gas air mata,” paparnya.

About admin

Check Also

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan! Menteri Koordinator Sektor Politik, …