Hasil Interograsi Komnas HAM atas Tragedi Kanjuruhan

Hasil Interograsi Komnas HAM atas Tragedi Kanjuruhan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ungkap penemuan hasil dari interograsi yang berekor tragedi berdarah di Stadion Kanjuruhan dengan beberapa ratus korban berguguran.

Ke Komnas HAM, beberapa supporter dan pemain Arema Malang akui tidak ada niat untuk membikin kekacauan. Karena disebutkan disaat ada supporter yang masuk keluasan, rupanya cuma untuk memberi semangat ke beberapa pemain selesai ditaklukkan.

“Jadi mereka menyerobot itu ingin memberi semangat, berbicara dengan pemain. Kami kroscek ke beberapa suporternya, bilangnya ya kami kan ingin kasih semangat meskipun mereka kalah. Ini satu jiwa. Mari Arema jangan putus asa,” kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam dalam penjelasannya.

Anam menjelaskan jika pernyataan dari Aremania itu selanjutnya diverifikasi Komnas HAM ke beberapa pemain Arema. Khususnya mereka yang akhir kali tinggalkan lapangan selesai team pujaan mereka ditekuk oleh Persebaya.

“Saat kami kroscek beberapa kalimat itu berkomunikasi dengan rekan-rekan pemain khususnya pemain yang paling akhir tinggalkan lapangan, itu dikatakan (kalimat semangat dari Aremania),” ucapnya.

Bahkan juga, lanjut Anam, Komnas HAM memperoleh bukti sebuah video dari salah satunya pemain yang menunjukkan dianya dirangkul oleh Aremania disaat beberapa supporter menyerobot masuk.

“Ini saya Mas, saat saya dirangkul oleh supporter, kami dekapan dan ada satu komunikasi jika ini satu jiwa. Mari jangan putus asa, jangan putus asa,” kata Anam sambil katakan apa yang dikatakan pemain itu.

Bahkan juga, Anam menjelaskan bila hasil dari interograsinya diketemukan jika beberapa pemain Arema tidak ada yang alami beberapa luka saat kekacauan pecah di Stadion Kanjuruhan.

“Jadi tidak ada pemain yang luka . Maka jika ada info yang ngomong jika supporter ke sana ingin serang pemain, itu ngomong jika itu tidak semacam itu. Dan suporternya ngomong jika tidak semacam itu,” kata Anam.

Untuk Komnas HAM pernyataan dari supporter dan beberapa pemain Arema jadi dinamika yang penting untuk dilakukan tindakan buat ungkap Tragedi Kanjuruhan.

“Kami sedang mencari secara dalam. Karena ada konstrain waktu, demikian menit itu, di atas lapangan. Itu sebetulnya cukup teratasi keadaannya jika kita saksikan video, info info dari suporter, dari piranti laga, terhitung dari pemain,” sebut Anam.

“Itu sebetulnya demikian menit itu keadaan lapangan teratasi. Kami menyayangkan ini, keadaan ini kok kacau. Apa lagi kekacauan itu, banyak pihak yang memberi info ke kami itu karena gas air mata,” lebih ia.

Hal tersebut dianggap Anam, jika factor gas air mata menjadi satu diantara yang membuat supporter saat itu cemas sampai berbuntut jatuhnya korban karena tertekan saat cari jalan keluar.

“Gas air mata-lah yang membuat cemas dan lain-lain, hingga ada terpusat di situ di sejumlah titik pintu. Ada pintu yang terbuka sempit. Terus ada pintu yang tertutup. Tersebut yang membuat beberapa jatuh korban,” katanya.

Total Korban Wafat 131 Jiwa

Awalnya, Polri sudah mengupdate data jumlah korban wafat pada tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Sekarang ini korban wafat jadi 131 jiwa.

“Ya sesudah tadi malam dilaksanakan coklit bersama Kadinkes, team DVI dan direktur RS jumlah korban wafat 131 orang,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Dedi menerangkan jika tambahan korban wafat ini karena ada korban yang tidak terdata oleh pihak rumah sakit.

“Tambahan data yang wafat di non faskes. Karena team mencatatnya korban yang dibawa ke RS,” paparnya.

Walaupun belum diperinci kembali untuk data korban lain seperti korban luka ringan atau korban luka berat. Tetapi sudah ada data awalnya. Kepolisian sudah menulis sekitar 455 jiwa dengan perincian 125 meninggal, 21 luka berat, dan 304 luka ringan.

About admin

Check Also

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan! Menteri Koordinator Sektor Politik, …