Kabareskrim Yakinkan Polri Membuka Kembali Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

Kabareskrim Yakinkan Polri Membuka Kembali Kasus Kekerasan Seksual di Kemenkop UKM

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto pastikan kepolisian kembali membuka kasus kekerasan seksual yang dirasakan karyawan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM).

Keputusan kembali membuka kasus kekerasan seksual di Kemenkop UKM ini diambil berdasar hasil pertemuan koordinasi dengan kementerian/lembaga berkaitan yang dipegang oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md pada Rabu (18/1/2023) kemarin.

“Rapat koordinasi dipegang Menko Polhukam yang mengikutsertakan kementerian, lembaga s/d LPSK telah memilih untuk kasus dibuka lagi,” kata Agus.

Kabareskrim menerangkan jika kasus ini sempat ditarik. Tetapi di masa datang rupanya faksi sebagai korban berasa ada wanprestasi dengan janjinya hingga minta kasus untuk diteruskan kembali.

Agus juga memberikan instruksi Agen Pemantauan Penyelidikan (Wassidik) Polda Jawa Barat untuk lakukan gelar kasus penentuan penyelidikan kelanjutan atas kasus kekerasan seksual di Kemenkop UKM ini.

Bila cara ini tidak selekasnya dilaksanakan, karena itu ia akan menarik kasus itu ke Bareskrim Polri. “Jika tidak jalan , ya kami ambil ke Bareskrim,” ucapnya.

Ia memperjelas, cara ini dilaksanakan untuk memberi rasa keadilan ke warga. Ingat kasus kekerasan seksual ini jadi perhatian khalayak, karena ada keganjilan dalam penuntasan awalnya kasus sampai dilaksanakan surat perintah pemberhentian penyelidikan (SP3).

“Untuk memberikan rasa keadilan ke warga,” sebut bekas Kapolda Sumatera Utara ini menandaskan.

Praperadilan Terdakwa Diwujudkan

Awalnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bogor terima tuntutan dan merestui permintaan praperadilan yang disodorkan 3 orang terdakwa kasus kekerasan seksual karyawan perempuan Kemenkop UKM.

Tuntutan praperadilan yang tercatat dalam Mekanisme Info Pengatasan Pengadilan (SIPP) Negeri Kota Bogor bernomor kasus 5/Pid.Pra/2022/PN Bgr dan keputusannya diputuskan pada Kamis (12/1) minggu kemarin.

Dengan keputusan itu, karena itu status terdakwa kasus kekerasan seksual pada ke-3 nya jadi luruh.

Kasus kekerasan seksual pada karyawan perempuan Kemenkop UKM berinisial ND oleh empat rekanan kerjanya terjadi pada 6 Desember 2019 yang pernah dilacak oleh Polresta Bogor tetapi berhenti saat sebelum hasil penyelidikan dipastikan komplet atau P21, sesudah keluarga pelaku yang disebut pejabat Kemenkop UKM bertandang ke orang-tua korban, minta berdamai, menikahkan korban dengan salah satunya pelaku, dan mengambil laporan.

Namun kasus kembali muncul sesudah pelaku yang dinikahkan dengan korban NB minta berpisah dan jadi trending, sampai mendapatkan perhatian dari Kemenko Polhukam.

Kemenko Polhukam selanjutnya melangsungkan rapat bersama Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK), Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), kejaksaan, dan Kemenkop UKM.

Hasil pertemuan itu berbuntut ke keputusan Polresta Bogor mengambil SP3 kasus, yang terakhir digugat lewat praperadilan oleh tiga dari 4 orang terdakwa.

 

About admin

Check Also

Pertemuan dengan Kepala Otorita, Anggota DPR Ajukan pertanyaan Sumber Ongkos Pembangunan IKN

Pertemuan dengan Kepala Otorita, Anggota DPR Ajukan pertanyaan Sumber Ongkos Pembangunan IKN Anggota Komisi XI …