Kasus Gagal Ginjal, Anggota Komisi III Meminta Polisi Tidak Tebang Tentukan Tentukan Terdakwa

Kasus Gagal Ginjal, Anggota Komisi III Meminta Polisi Tidak Tebang Tentukan Tentukan Terdakwa

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengutamakan supaya proses penegakan hukum atas kasus obat sirup terus jalan. Hal itulah berikan memberi respon Mabes Polri yang sudah memutuskan terdakwa pada dua perusahaan farmasi atas kasus ini.

“Komisi III minta supaya Bareskrim Polri lakukan proses penegakan hukum dalam kasus ini tidak dengan pilih kasih atau pendekatan sample dan tidak limitatif dengan mentersangkakan faksi tertentu saja,” kata Arsul.

Arsul minta semua pihak yang diperhitungkan bersalah, tanpa kecuali, harus diolah secara hukum berlaku.

Misalkan, kata Arsul, jika diketemukan keterkaitan petinggi pemerintah pada kasus ini harus juga diolah secara hukum.

Bukan tanpa ada alasan, Arsul memandang kasus obat sirup yang diperhitungkan jadi pemicu penyakit tidak berhasil ginjal pada anak menjadi sorotan nasional.

“Dalam kasus yang karakternya nasional ini penyidikan yang ke arah di proses pro-yustitia harus dilaksanakan secara terbuka, terhitung pada petinggi di barisan pemerintah yang lakukan kelengahan atau pembiaran hal dalam jalankan beberapa hal sebagai pekerjaan dan wewenangnya,” terang ia.

Wakil Ketua Umum PPP ini menjelaskan, apabila sudah dilaksanakan begitu, karena itu khalayak baru dapat memandang proses penegakan hukum jalan serius dan adil. “Bukan sekedar karena tidak nikmat pada khalayak, karena itu memerlukan yang diolah hukum,” pesan Arsul.

Dikabarkan sebelumnya, Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan laporan dua perusahaan farmasi telah diputuskan sebagai terdakwa kasus obat sirup memiliki kandungan cemaran atau zat murni etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Dua perusahaan farmasi itu ialah PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries. BPOM telah mengambil sertifikat Langkah Pembikinan Obat yang Baik (CPOB) dan ijin beredar ke-5 perusahaan itu.

Sementara Polri tempo hari, Kamis, umumkan PT Afi Farma Pharmaceutical Industry dan CV Samudera Chemical sebagai terdakwa.

Hasil dari penyelidikan, PT Afi Farma (PT A) diperhitungkan tidak lakukan pengujian atau quality kontrol atas propilen glikol (PG) yang memiliki kandungan cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), bahan baku obat yang diperhitungkan diterima dari CV Samudera Chemical (CV SC).

“PT A cuma mengopi data yang diberi oleh vendor tanpa dilaksanakan pengetesan dan quality kontrol untuk pastikan bahan itu bisa dipakai untuk memproduksi,” ungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam info tercatatnya, Kamis.

About admin

Check Also

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan! Menteri Koordinator Sektor Politik, …