Polri: Keseluruhan Korban KSP Sejahtera Bersama 2.350 Orang, Rugi Rp940,8 Miliar

Polri: Keseluruhan Korban KSP Sejahtera Bersama 2.350 Orang, Rugi Rp940,8 Miliar

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri terus menginvestigasi kasus sangkaan sangkaan penipuan dan penggelapan dana pelanggan Koperasi Taruh Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama sebesar Rp249 miliar dari keseluruhan dana Rp6,7 triliun.

Dijumpai, polisi telah memutuskan 2 orang terdakwa atas nama inisial IW dan DZ yang memegang sebagai ketua pengawas dan anggota pengawas KSP Sejahtera Bersama.

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, untuk keseluruhan korban dalam kasus ini capai 2.350 orang dengan keseluruhan capai beberapa ratus miliar rupiah.

“Keseluruhan korban sekitar 2.350 orang dengan rugi sejumlah Rp940,8 miliar. Terdiri dari 1 korban dari 23 laporan polisi sekitar 1.512 orang, dengan keseluruhan rugi sejumlah Rp660,4 miliar,” kata Ramadhan saat diverifikasi, Senin (28/11).

“Yang ke-2 , korban tambahan dari posko korban aduan KSP SB sekitar 838 orang dengan keseluruhan rugi sejumlah Rp280,3 miliar,” tambahnya.

Dia menerangkan, untuk kasus ini bermula dari ada laporan polisi sekitar 23 laporan semenjak Juli 2020 sampai Juni 2022 kemarin. Hingga, telah 2 tahun kasus ini dilacak Korps Bhayangkara.

“Koperasi Taruh Pinjam Sejahtera Bersama, atau KSP SB diperhitungkan sudah lakukan tindak pidana mengumpulkan dana dari warga berbentuk simpanan tanpa ijin usaha dari pimpinan Bank Indonesia, kewenangan jasa keuangan, atau instansi berkuasa yang lain,” terangnya.

Dia menyebutkan, di tahun 2014 sampai 2021 lalu KSP Sejahtera Bersama sudah mengumpulkan dana dari warga yang bukan sebagai anggota koperasi dengan memiliki prospek keuntungan bunga 10 %, untuk periode waktu 6 bulan. Disamping itu bunga 13 %, untuk periode waktu 12 bulan.

“Di mana mereka cuma membayar dananya 1x saja, saat pertama kalinya simpan di KSP SB. Namun, dana yang masuk itu malah dipakai untuk kebutuhan individu pengurus dan untuk pembelian dan pendirian beberapa perusahaan pada bidang investasi real,” ucapnya.

Berkaitan kasus ini, untuk ke-2 terdakwa itu dipersangkakan Pasal 46 undang-undang Nomor sepuluh tahun 1998 mengenai peralihan atas undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 mengenai perbankan dan pasal 378 KUHP dan atau pasal 374 KUHP subsider.

Pasal 372 KUHP dan Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang nomor delapan tahun 2010 mengenai Penangkalan dan Pembasmian Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Selanjutnya di hari Selasa tanggal 15 November 2022 sudah dikerjakan tahapan I, pengangkutan 2 arsip kasus bernomor BP131RES2022 Direktorat Tindak Pidana Eksus 12 November 2022 atas nama IW,” katanya.

“Yang ke-2 arsip kasus bp132 Direktorat Tindak Pidana Eksus tanggal 14 November 2022 atas nama DZ,” tutupnya.

Awalnya, Kepolisian memutuskan dua terdakwa sangkaan penipuan dan penggelapan dana pelanggan Koperasi Taruh Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama sebesar Rp249 miliar dari keseluruhan dana Rp6,7 triliun. Penentuan terdakwa sesudah kepolisian lakukan gelar kasus pada Selasa (4/10) kemarin.

“Sesudah lakukan pencarian dana KSP Sejahtera Bersama ke PPATK. Selanjutnya, di hari Selasa tanggal 4 Oktober 2022 sudah dilaksanakan gelar kasus dan memutuskan 2 orang sebagai terdakwa,” kata Karopenmas Seksi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, dalam temu jurnalis di Mabes Polri, Kamis (6/10).

Ke-2 nya yaitu IS dan DZ yang memegang sebagai ketua pengawas dan anggota pengawas KSP Sejahtera Bersama. Ke-2 nya diperhitungkan sudah lakukan tindak pidana perbankan, penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang.

About admin

Check Also

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan! Menteri Koordinator Sektor Politik, …