Saat Pencemaran dari Kendaraan Individu Membawa Jakarta Jadi Juara Dunia Kualitas Udara Terjelek…

Saat Pencemaran dari Kendaraan Individu Membawa Jakarta Jadi Juara Dunia Kualitas Udara Terjelek…

Keputusan Pemerintahan Propinsi (Pemerintah provinsi) DKI Jakarta tidak untuk meneruskan peningkatan lajur sepeda di Ibu Kota bisa berpengaruh negatif pada usaha pembaruan kualitas udara.

Jakarta secara reguler menempati status sebagai kota dengan kualitas udara terjelek di dunia, misalkan pada 15 Juni 2022 kemarin. Index kualitas udara di Jakarta, seperti dicatat situs IQ Air, capai angka 185 AQI US, membuat udara di Jakarta masuk ke kelompok merah atau mungkin tidak sehat.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta juga mengaku, salah satunya aspek terpenting pemicu pencemaran udara di Ibu Kota ialah sumber bergerak namanya kendaraan motor yang sebagian besar keluarkan emisi beresiko ke udara, seperti Karbon Monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), Nitrogen Oksida (NOx), dan partikel lembut PM2,5.

“Memang Jakarta ini cukup padat. Operasional kendaraan normal kembali (saat wabah Covid-19 dan limitasi mobilisasi), hingga ada kenaikan pencemaran,” tutur Wakil Gubernur DKI waktu itu, Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Kamis.

Komite Penghilangan Bensin Bertimbal (KPBB), dikutip dari Mongabay, memperjelas jika bidang transportasi sebagai pencemar paling banyak di DKI Jakarta, dituruti bidang industri.

Produksi polutan PM10, misalkan, diprediksi capai 39 ribu ton setiap hari, yang 47 % salah satunya datang dari kendaraan motor, 20 % dari industri, dan bekasnya dari aktivitas konstruksi, pembakaran sampah, dan sebagainya.

Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Syafrudin menyebutkan, beban emisi polutan udara yang dibuat kendaraan motor di Ibu Kota dan sekelilingnya capai 19.165 ton setiap hari, yang mengambil sumber dari sepeda motor (45 persen), truk (20 persen), bis (13 persen), mobil diesel dan bensin (22 persen), dan kendaraan roda tiga.

Pencemaran udara di Jakarta tidak memperlihatkan pertanda pembaruan, bukannya makin lebih buruk, karena jumlah kendaraan motor semakin bertambah tiap tahunnya.

Ini kelihatan dari data Tubuh Pusat Statistik Propinsi DKI Jakarta. Pada 2019, jumlah mobil penumpang di Ibu Kota ada 3.310.426, naik jadi 4.111.231 pada tahun 2021.

Dalam pada itu, sepeda motor pada 2019 sejumlah 15.868.191, dan 2 tahun sesudahnya jadi 16.519.197. Tidaklah heran bila Jakarta terus mencatatkan “prestasi” sebagai kota dengan kualitas udara terjelek di dunia

About admin

Check Also

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan!

Perbandingan dengan Orba, Mahfud: Dahulu, Jika Calonnya Bukan Pak Harto, Diamankan! Menteri Koordinator Sektor Politik, …